Timnas estafet Indonesia masih cari “chemistry”

Jakarta (ANTARA) – Tim nasional estafet putra masih mencari chemistry (keselarasan) menjelang perhelatan Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Qatar pada April mendatang.

“Karena masih ada chemistry yang harus dibangun lagi antara pelari pertama dan kedua jadi kita fokus ke penukaran tongkat mereka. Kalau itu semua lancar untuk melebihi prestasi kita di Asian Games kemarin mungkin bisa,” ujar asisten pelatih pelatnas estafet Fadlin Ahmad saat ditemui di Stadion Madya, Jakarta, Selasa.

Indonesia menyiapkan tim estafet 4×100 meter beranggotakan lima orang yaitu Lalu Mohammad Zohri, Eko Rimbawan, Bayu Kertanegara, yang merupakan peraih medali perak di Asian Games 2018, serta dua anggota baru Moch Bisma dan Joko Kuncoro Adi di kejuaraan atletik tingkat regional Asia tersebut.

Tim itu merupakan susunan baru setelah Fadlin pensiun dari timnas seusai meraih medali perak di Asian Games 2018 dan sebelum berlaga di Qatar mereka akan melakukan debut sebagai tim saat tampil di Singapura Terbuka.

“Target mereka di Singapore Open lebih ke chemistry mereka dapat apa enggak karena mereka tim baru, belum pernah tanding dengan formasi baru ini. Jadi kita mau lihat dengan masuknya dua orang baru ini,” ujar mantan atlet estafet tersebut.

Menurut Fadlin untuk mendapatkan ritme yang baik anggota tim dalan setiap latihan belum memiliki posisi baku dan terus saling bertukar posisi untuk mencari tempat yang sesuai.

“Kita pun latihan estafet yang sekarang tidak baku. Kita rolling semua sampai ketemu enaknya, ya itu yang kita asah,” ujar Fadlin.

Kejuaraan di Qatar akan menjadi pijakan untuk timnas estafet Indonesia berlaga di kejuaraan atletik dunia yang akan menjadi salah satu faktor kualifikasi lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Pewarta: Prisca Triferna Violeta
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019