Joshua dapat dan kehilangan gelar juara dunia di Jakarta

Jakarta, 20/1 (Antara) – Bagi petarung asal Filipina Joshua Pacio, Jakarta bisa dikatakan menjadi kota yang bersejarah karena menjadi saksi saat menjadi juara dunia kelas jerami One Championship sekaligus saat kehilangan gelarnya.

Petarung berusia 22 tahun ini harus rela melepas sabut juara dunia yang dipegang sejak 22 September 2018 setelah dikalahkan petarung asal Jepang Yosuke “Tobizaru” Saruta pada laga One : Eternal Glory di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu malam (19/1).

Upaya Joshua Pacio untuk mempertahankan gelar sebenarnya cukup meyakinkan karena langsung memberi perlawanan saat ditekan lawan. Sebagai juara bertahan, petarung yang berjuluk “The Passion” juga tampil tenang meski sempat kerepotan.

Ketenangan Joshua mulai terusik pada ronde kedua karena Saruta juga tampil gesit dan beberapa kali pukulan dan tendanganya mampu membuat sang juara bertahan goyah. Saruta yang lincah juga bisa melepaskan diri dari submission Pacio dengan cara salto.

Jual beli serangan dan kuncian terus terjadi hingga ronde kelima. Saruta yang sejak awal bermain agresif ini terus menekan terutama dalam dua ronde terakhir. Joshua Pacio juga tidak tinggal diam. Petarung asal Filipina ini juga terus melakukan kuncian. Hanya saja yang dilakukan selalu lepas.

Di akhir laga, Saruta membuktikan bahwa ia layak untuk merebut nilai dari dua juri dan memenangkan laga dengan kemenangan angka split decision atas Joshua Pacio. Sabuk tanda predikat juara dunia langsung berpindah tangan ke petarung asal Jepang itu.

Kekalahan dari Saruta menjadi kekalahan ketiga Pacio di ajang tarung bebas. Dari 16 pertarungan, petarung berusia 23 tahun itu telah meraih 13 kemenangan. Sementara bagi Saruta, ini menjadi kemenangan ke-19 di ajang tarung bebas.

“Latihan keras yang saya lakukan selama ini membuahkan hasil. Apa yang saya inginkan akhirnya bisa terpenuhi. Yang jelas ini adalah hasil kerja keras,” kata Saruta usai pertarungan.

Menurut dia, pertarungan melawan Pacio bukan perkara mudah karena lawan dinilai memiliki kemampuan yang komplit. Upaya yang dilakukan memang tidak berjalan mulus hingga akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mencuri angka dan membawanya meraih kemenangan.

Sementara itu dua petarung andalan Indonesia harus menelan kekalahan. Sfeter Rahardian yang turun di kelas jerami kalah dari wakil Filipina, Robin Catalan. Sedangkan Priscilla Hertati kalah dari wakil India, Puja Tomar.

Baca juga: Priscilla Hertati awali One Championship 2019 dengan kekalahan

Baca juga: One Championship beri ruang kisah inspiratif pengemudi daring

Baca juga: Petarung blasteran Indonesia-Belanda siap perpanjang rentetan kemenangan
 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Priscilla Hertati awali One Championship 2019 dengan kekalahan

Jakarta (ANTARA News) – Harapan Priscilla Hertati Lumban Gaol untuk memperpanjang rentetan kemenangan pada One Championship pupus setelah mengalami kekalahan menyakitkan dari wakil India Puja Tomar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu.

Pada pertarungan One : Eternal Glory ini, Priscilla yang mendapatkan dukungan penuh dari publik Jakarta sebenarnya mampu bermain tenang meski sang lawan memiliki disiplin bela diri yang sama yaitu wushu. Jual beli serangan terjadi pada ronde pertama berlangsung.

Memasuki ronde kedua, Puja Tomar yang merupakan juara nasinal wushu India bebarapa kali membuat petarung putri andalan Indonesia terpojok. Pukulan dan tendangannya beberapa kali mendarat di kepala petarung yang akrab dipanggil Thathie ini.

Pada ronde terakhir giliran Thathie yang menekan dengan melakukan kuncian. Bahkan sang lawan sudah kesulitan untuk memberi perlawanan. Hanya saja petarung asal Sasana Siam itu tidak mampu mengakhiri pertarungan sebelum bel bunyi. Kondisi ini jelas menguntungkan lawan.

Benar saja. Dari hasil penilaian juri, Puja Tomar yang berada di sudut biru dinyatakan menang. Bahkan petarung asal India itu terlihat kaget saat dinyatakan menang. Kondisi berbeda dengan Thathie yang sudah siap dengan bendera Merah Putih harus tertunduk karena gagal memperpanjang rentetan kemenangan.

Selama 2018, Priscilla Hertati meraih lima kemenangan pada kelas atom. Bahkan jika terus meraih kemenangan akan membuka peluang untuk memperebutkan predikat juara dunia dengan menghadapi petarung asal Singapura, Angela Lee.

Hasil yang diraih oleh Thathie ini sama dengan petarung Indonesia lainnya yaitu Stefer Rahardian. Petarung asal Jakarta ini harus menyerah dari petarung asal Filipina, Robin Catalan. Dengan demikian upaya Stefer bangkit kembali pupus.

Dengan kekalahan tersebut, Stefer mengalami tiga kekalahan beruntun yaitu saat menghadapi kakak kandung Robin Catalan, Rene Catalan dan dari petarung asal China, Peng Xue Wen.

Baca juga: Laju Stefer di One kembali terganjal keluarga Catalan
 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Laju Stefer di One kembali terganjal keluarga Catalan

Jakarta (ANTARA News) – Laju petarung Indonesia Stefer Rahardian di kejuaraan tarung bebas One Championship kembali terganjal petarung dari keluarga Catalan asal Filipina setelah kalah dari Robin Catalan Istora Senayan, Jakarta, Sabtu.

Bagi petarung berusia 32 tahun itu, kekalahan di Istora merupakan yang ketiga secara beruntun. Kekalahan pertama saat menghadapi kakak dari Robin Catalan yaitu Rene Catalan di Filipina. Setelah itu kalah dari petarung asal China, Peng Xue Wen di JCC.

Bertarung pertama kali di Istora, sebenarnya menjadi motivasi tersendiri bagi Stefer. Keinginan bangkit terlihat jelas saat latihan bebas dua hari sebelum pertarungan berlangsung. Bahkan, petarung yang berlatih di Bali MMA ini mengaku melakukan persiapan dari nol khusus untuk pertarungan bergengsi ini.

Petarung asal Jakarta ini mengawali pertarungan dengan baik karena mampu mengunci Robin Catalan. Namun petarung asal Filipina itu mampu melepaskan diri bahkan mampu berbalik menekan dan cukup merepotkan petarung andalan Indonesia itu.

Di ronde kedua, kedua petarung bermain terbuka. Baik Stefer maupun Robin saling lempar pukulan hingga tendangan. Robin, yang lebih muda empat tahun dari Stefer yang unggul postur tubuh mencoba mengunci hingga menendang betis Stefer. Andalan Indonesia itu cukup kesulitan memberi perlawanan.

Tendangan keras dan kuncian terus dilakukan Robin di ronde ketiga. Stefer yang ditekan terlihat mampu menahan namun tidak bisa melakukan serangan. Akhirnya pada juri memutuskan Robin Catalan menjadi pemenang pada laga One : Eternal Glory itu.

Harapan untuk kembali ke trek kemenangan bagi Stefer jelas belum tercapai. Berdasarkan data dari One Championship, petarung asal Jakarta ini membukukan rekor profesional 11 kali tanding dengan sembilan kali kemenangan dan tiga kali kalah.

Sebelumnya petarung blasteran Indonesia-Belanda Anthony Engelen juga mendapatkan hasil kurang memuaskan. Petarung berjenggot itu harus mengakui keunggulan petarung asal Korea Selatan yang berjuluk Pretty Boy yaitu Kwon Won Il saat pertarungan baru berjalan satu ronde.

Baca juga: Stefer berlatih dari nol demi hasil maksimal di One Championship

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mitchell tidak akan pertahankan gelar juara kontes dunk

Jakarta (ANTARA News) – Guard Utah Jazz Donovan Mitchell tidak  akan mempertahankan mahkotanya pada All-Star Dunk Contest 2019, katanya kepada wartawan, Jumat.

“Itu benar-benar berasal dari ketika saya cedera , tiga kali dalam waktu berbeda saya cedera  tahun ini. Saya ingat tahun lalu ketika saya kembali dari All-Star, saya lelah,” kata Mitchell, yang meraih gelar itu sebagai rookie sebagaimana dikutip Reuters.

“Untungnya, kami punya beberapa hari di mana saya bisa istirahat, tapi akan ada hari di mana saya tidak akan pergi ke gym dan saya hanya akan tidur dan istirahat.

“Bagi saya, ini sulit; ini adalah salah satu event favorit saya. Ini adalah event favorit saya sepanjang akhir pekan,” tambah Mitchell.

“Saya ingin melakukannya lagi. Saya pikir dengan semua yang terjadi musim lalu, saya ingin mengalami All-Star tanpa melakukannya, hanya untuk melihat bagaimana rasanya dan membandingkannya dengan tahun lalu. Ini semua adalah pengalaman pembelajaran bagi saya.”

Deseret News melaporkan bahwa meskipun Mitchell akan melewati pada kontes dunk, sumber mengatakan ia mungkin berpartisipasi dalam Rising Stars Game pada Jumat, 15 Februari.

“Saya suka melakukan kontes dunk tahun lalu dan itu sangat menyenangkan, tetapi saya juga tahu itu membutuhkan banyak fokus, latihan dan persiapan,” kata atlet berusia 22 tahun itu kepada Deseret News.

“Saat ini, pikiran saya benar-benar pada membantu tim saya  (dalam) paruh kedua musim ini. Namun, saya sangat gembira, untuk akhir pekan ini. Saya akan bisa menjadi bagian dari beberapa peristiwa besar.”

Sebagai rookie berusia 21 tahun, Mitchell menjadi pemain pertama Utah yang memenangi gelar dunk sejak Jeremy Evans pada 2012. Dalam dua tahun bersama Jazz, Mitchell menghasilkan rata-rata 20,9 poin, 3,6 rebound dan 3,7 assist per pertandingan.

NBA All-Star Weekend 2019 berlangsung 15-17 Februari mendatang di Charlotte, N.C.

All-Star voting selesai pada Senin, dengan para starter dan kapten diumumkan pada Kamis. Cadangan akan diumumkan pada 31 Januari.

Baca juga: Donovan Mitchell gantikan Aaron Gordon untuk kontes Slam Dunk NBA

Penerjemah: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting tersingkir pada perempat final Malaysia Masters

Jakarta, (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting tersingkir pada pertandingan putaran perempat final turnamen Malaysia Masters 2019 setelah kalah dari pemain unggulan China Chen Long, di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.

Ginting, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dalam dua gim langsung 11-21, 20-22 selama 49 menit permainan turnamen tingkat Super 500 itu.
Meski kalah, setidaknya atlet asal klub SGS PLN Bandung itu masih mendominasi catatan pertemuan atas Chen Long menjadi  5-3.

Ginting sempat membuka peluang untuk memperpanjang nafas menjadi rubber game dengan menyamakan kedudukan 20-20 pada gim kedua. Tapi, atlet berusia 22 tahun harus merelakan peluang dan kalah dari Chen.

“Saya rasa permainan saya hari ini memang kurang bagus. Saya tidak mampu mengendalikan permainan pada gim pertama meskipun menang angin,” katanya.

Ginting mengaku permainannya pada gim kedua tidak mampu menjaga konsistensi dan fokus permainan meskipun mampu mengatasi kondisi kalah angin.

“Sebenarnya pola bermain lawan tidak banyak berubah. Hanya saja, dia lebih konsisten dan tidak membuat kesalahan, terutama pada poin-poin terakhir,” katanya.

Kekalahan atas Chen memaksa Ginting tidak mampu menyusul dua wakil lain Indonesia yaitu ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada pertandingan putaran semifinal, Sabtu (19/1). ***3***
(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati kalah dari unggulan Thailand di Malaysia

Jakarta, (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kalah dari pasangan unggulan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai pada laga perempat final Malaysia Masters 2019 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.

Praveen/Melati, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), takluk dari Dechapol/Sapsiree dalam tiga gim 21-18, 14-21, 18-21 selama 56 menit permainan turnamen tingkat Super 500 itu.

Pertemuan di Kuala Lumpur itu menjadi pertandingan kedua Praveen/Melati dengan pasangan peringkat lima dunia itu setelah pertandingan pertama turnamen China Terbuka 2018. Kedudukan pasangan Indonesia peringkat 15 dunia itu pun menjadi 2-0  Dechapol/Sapsiree.

“Kami tidak menghadapi kesulitan saat menghadapi lawan tadi karena kami juga tidak melakukan kesalahan-kesalahan fatal. Tapi, kami memang mengubah pola permainan pada gim kedua karena lawan sudah tahu pola kami pada gim pertama,” kata Praveen selepas pertandingan seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Praveen mengaku perubahan pola permainannya bersama Melati pada gim kedua justru menjadi strategi yang salah. “Lawan adalah pasangan lama dibanding kami. Itu kelebihan mereka. Tapi, kami sudah tahu harus bagaimana jika mengahadapi lagi mereka,” katanya.

Praveen/Melati akan mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen Indonesia Masters 2019 di Stadion Istora Senayan, Jakarta, pada 22-27 Januari selepas kalah dari Malaysia Masters.

“Kami harus lebih mematangkan pola permainan kami dalam turnamen berikutnya, termasuk strategi permainan kami. Komunikasi kami di lapangan bagus,” kata Praveen tentang persiapan menuju Indonesia Masters 2019. Indonesia pun tanpa wakil pada pertandingan ganda campuran Malaysia Masters 2019 setelah kekalahan Praveen/Melati dalam laga perempat final itu.

Sebelumnya, dua pasangan atlet campuran Indonesia yaitu Tontowi Ahmad/Debby Susanto dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja telah tersingkir dari Malaysia pada pertandingan putaran kedua.

Tiga pasangan campuran lain Merah-Putih yaitu Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, Ronald Alexander/Annisa Saufika, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari telah kalah pada pertandingan putaran pertama. (T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kukuhkan dominasi, Minions melaju ke semifinal Malaysia Masters

Jakarta,  (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, atau akrab disapa Minions, melaju ke putaran semifinal turnamen Malaysia Masters 2019 dengan mengukuhkan dominasi atas pasangan Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko pada laga perempat final di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.

Kevin/Marcus, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam tiga gim 21-13, 23-25, dan 21-14 selama 47 menit permainan dalam turnamen berhadiah total 350 ribu dolar AS itu.

Catatan kemenangan di Kuala Lumpur itu menjadi kemenangan ke-enam Minions atas Takuto/Yuki yang merupakan pasangan peringkat 11 dunia.

Kevin/Marcus masih menunggu lawan mereka pada putaran semifinal dari hasil pertandingan antara ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan pasangan Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong pada pertandingan perempat final.

Ganda Indonesia peringkat satu dunia itu mempunyai catatan keunggulan 2-0 atas Hiroyuki/Yuta. Sedangkan dengan ganda Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong, Kevin/Marcus mempunyai kedudukan 3-1.

Pasangan Minions menjadi satu-satunya wakil Merah-Putih yang melaju ke semifinal turnamen tingkat Super 500 itu setelah empat ganda putra lain Indonesia tumbang pada laga putaran kedua.

Keempat pasangan putra Indonesia yang tersingkir pada pertandingan putaran kedua Malaysia Masters 2019 adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Berry Angriawan/Hardianto, serta Ade Yusuf Santoso/Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira. (T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray mundur di Marseille Terbuka bulan depan

Jakarta,  (ANTARA News) – Petenis Inggris Andy Murray mundur dari kejuaraan Marseille Terbuka yang akan dilaksanakan bulan depan akibat adanya kemungkinan untuk menjalani operasi.
   
Mengutip laporan Reuters, Jumat, juara tiga kali Grand Slam itu tengah berjuang dalam pemulihan usai menjalani operasi pinggul pada Januari tahun lalu, dan tersingkir dari putaran pertama Australia Terbuka pada hari Senin yang kemungkinan menjadi turnamen profesional terakhirnya.
   
Murray, yang dijadwalkan mengikuti pertandingan di Montpellier dan Dubai bulan depan, mengatakan bahwa ia punya dua pilihan yaitu menjalani operasi atau terus menahan sakitnya hingga Wimbledon sebagai salam perpisahan bagi penggemarnya.
   
“Dengan niat kuat untuk kembali tahun ini, mantan petenis nomor satu dunia telah menjadwalkan turnamen Marseille dalam jadwalnya. Namun akibat sakit pinggul yang diderita, Andy Murray kemungkinan akan kembali menjalani operasi dan turnamen ke depan termasuk Marseille tidak akan diikuti, tulis penyelenggara dalam sebuah pernyataan resmi.
   
Murray mengaku bahwa pengunduran dirinya dari turnamen tersebut merupakan keputusan sulit mengingat adanya kenangan yang ia sukai dari turnamen tersebut.
   
“Tentu sulit, tapi saya tidak punya pilihan lain. Saya sangat tertarik untuk kembali ke Marseille, di mana saya menang pada tahun 2008. Juara ini menjadi salah satu awal dari karir saya dan meninggalkan kenangan yang membanggakan,” kata Murray dalam sebuah pernyataan.
   
Sementara itu, Direktur Turnamen Marseille Jean-Francois Caujolle mengutarakan kesedihannya atas apa yang dialami Murray, yang dia pandang sebagai petenis hebat dan sarat akan pengalaman pada pertandingan terberat.
   
“Saya berdoa agar dia bisa menjalani persoalan ini dan bisa kembali ke lapangan untuk mengakhiri karirnya dengan caranya sendiri. Ia layak mendapatkannya,” tutur Caujolle.

Baca juga: Murray tersingkir
  

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Usung teknologi Powerstrike, Concave tantang pasar Indonesia

Jakarta (ANTARA News) –  Merek atau jenama asal Australia, Concave, menantang pasar perlengkapan olahraga Indonesia lewat produk utama sepatu sepak bola yang mengusung teknologi Powerstrike, dalam peluncuran di Jakarta, Jumat petang.

Teknologi tersebut diklaim telah lulus uji independen akademik di negeri asalnya mampu meningkatkan kekuatan tendangan sekira 8-15 persen dengan menyematkan titik tolak di permukaan sepatu yang bersentuhan dengan bola saat melakukan tendangan.

Kehadiran Concave di Indonesia lewat PT Concave Sukses Bersama yang memasarkan sekaligus memproduksi sepatu di pabrik mereka di Balaraja, Tangerang, juga diproyeksikan sebagai sentra pemenuhan kebutuhan pasar Asia Tenggara.

Bekal teknologi Powerstrike menimbulkan keyakinan bagi Direktur Inovasi Concave International, Volker Peter Steidle bahwa jenama besutannya tidak sekadar menjadi pelengkap dari jajaran produsen perlengkapan olahraga khususnya sepak bola semata, melainkan bisa mengubah konsep permainan yang sudah ada.

“Teknologi unik kami menimbulkan pengalaman baru yang belum pernah ditemui, dan percaya bisa membawa Conclave bukan sekadar pelengkap tetapi dapat mengubah konsep bermain sepak bola yang sudah ada,” katanya.

Teknologi tersebut diterapkan Concave ke dalam tiga seri yang mereka bawa yakni Halo, Aura dan Volt.

Tak hanya mengandalkan teknologi, Co-Founder PT Concave Suskes Bersama Bruno Saputan juga menawarkan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan jenama-jenama luar lainnya untuk kelas sepatu bola.

“Kami memang meminta izin ke prinsipal untuk lebih murah karena untuk menjangkau masyarakat, rentangnya Rp600 ribu hingga Rp2 juta.Tapi yang Rp2 juta itu yang premium kulit kangguru,” ujar Bruno.

Seturut Bruno, pihaknya berharap bisa meraup sekira 10 persen pangsa pasar sepatu sepak bola di Asia Tenggara dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Kehadiran Concave di Indonesia juga mendapat dorongan tersendiri dengan keberadaan Givanildo Vieira de Sousa atau yang lebih akrab dikenal dengan nama panggilannya, Hulk.

Hulk sejak 28 Oktober 2018 ditunjuk menjadi duta jenama Concave setelah untuk waktu yang cukup lama ia mewakili jenama Jepang, Mizuno.

Penyerang asal Brazil itu kini berkarier di Liga Super China, bersama salah satu tim terkaya di sana, Shanghai SIPG. Musim lalu, Hulk turut menyumbangkan 13 gol saat membantu Shanghai SIPG menjuarai Liga Super China 2018.

Baca juga: Hulk bawa SIPG menang 2-1 atas Jiangsu

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Thailand percaya diri bisa lewati 16 besar Piala Asia

Jakarta (ANTARA News) – Tim Thailand merasa percaya diri bisa mengatasi China yang menjadi lawannya pada babak 16 besar kejuaraan sepak bola Piala Asia 2019 di Uni Emirat Arab.

Pelatih tim Thailand Sirisak Yodyardthai mengatakan, ia sudah memantau tim China ketika pertandingan melawan Korea Selatan di grup C.  China kalah 0-2 sehingga menjadi runner up grup  C dan bakal bertemu  Thailand sebagai runner up grup A.

Ia mengatakan cukup lega karena timnya terhindar dari bertemu Korea Selatan di babak 16 besar.

Baca juga: UEA puncaki klasemen Grup A, Thailand dan Bahrain dampingi ke 16 besar

“Saya sudah melihat pertandingan mereka di stadion, cukup bagus kami nanti bertemu China,” kata Sirisak seperti dikutip Bangkok Post, Jumat.

“Tim China lebih suka mengandalkan umpan bola panjang, jadi kami akan menyesuaikan dengan gaya kami. Saya merasa pertandingan nanti akan ketat, dan kami akan dapat menghentikan mereka,” kata Sirisak yang menggantikan pelatih asal Serbia Milovan Rajevac yang dipecat setelah Thailand kalah 1-4 dari India di laga pertama grup A.

Baca juga: Thailand langsung pecat pelatih setelah kalah di Piala Asia

Jika melawan Korea Selatan, menurut Sirisak akan lebih sulit  karena tim Korea memiliki kekuatan di segala lini dan bagus dalam tipe permainan apa pun. Namun bukan berarti China dapat dengan mudah dikalahkan. 

“Saya tidak mengatakan lawan China akan mudah. Kami harus melakukan persiapan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu pemain depan Thailand Adisak Kraisom juga memprediksi pertandingan hari Minggu mendatang bakal berlangsung ketat. Namun Adisak menyatakan bahwa ia dan rekan-rekan sangat percaya diri untuk pertandingan tersebut, apalagi Thailand pernah menang telak 5-1 atas China di Heifei tahun 2013 lalu,

“Saya yakin kami dapat mengimbangi China,” ujarnya.

“Saya lihat pertandingan mereka melawan Korea Selatan. Ada lima atau enam pemain anggota tim yang pernah kami kalahkan pada 2013. Menurut saya tim China punya pertahanan yang bagus dan serangan balik yang berbahaya. Kami harus hati-hati,” tambahnya.

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Eks bek Persib senang bergabung dengan Persija

Jakarta, (ANTARA News) – Tony Sucipto, bek yang membela Persib Bandung dari tahun 2011-2018, merasa senang bisa bergabung dengan juara Liga 1 Indonesia tahun Persija Jakarta untuk musim kompetisi 2019.

“Rasanya sangat senang bisa bergabung dengan salah satu tim besar dan memiliki ambisi kuat di Indonesia. Apalagi musim lalu mereka baru menjadi juara Liga 1 2018,” ujar Tony, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Jumat.

Persija sendiri tidak asing bagi Tony. Sebab, dia pernah membela klub berjuluk Macan Kemayoran pada musim 2010-2011. Pemain berusia 32 tahun itu pun bertekad memberikan yang terbaik bagi Persija yang cukup sibuk di tahun 2019. 

Selain berlaga di Liga 1, mereka juga harus bertanding di lanjutan Piala Indonesia 2018 dan kualifikasi Liga Champions Asia tahun 2019. 

“Target saya di Persija bisa membawa Persija menjadi juara Liga 1, mengulangi kesuksesan tahun sebelumnya,” kata Tony.

Tony Sucipto resmi direkrut oleh Persija untuk satu tahun usai menandatangani kontrak pada Kamis (17/1). Pemain yang berposisi asli bek sayap tetapi dapat mengisi semua pos di lini pertahanan ini diharapkan memperkuat skuat yang dilatih Ivan Kolev.

Tony sendiri bermain cukup sering untuk Persib di Liga 1 Indonesia tahun 2018. Dari 34 pertandingan yang dilewati, dia berlaga 20 kali dan mengantarkan Persib Bandung ke posisi keempat Liga 1 Indonesia tahun 2018. ***3***

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Red Bull jalani musim balap baru dengan Honda

    Milton Keynes, Inggris, (ANTARA News) – Usai menjalin kerja sama 12 tahun dengan Renault, akhirnya Red Bull memiliki era baru dengan menjalin kerja sama dengan Honda sebagai sumber kekuatan jet darat mereka untuk dua musim ke depan.

Kerja sama dua pemain kawakan di ajang Formula Satu ini diyakini akan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, begitu kata Kepala tim Red Bull Christian Horner sebagaimana dilansir laman resmi Formula1.com, Jumat.
   
Kerja sama Red Bull-Renault selama ini sudah menghasilkan empat pebalap dan empat judul konstruktor, namun hubungan keduanya justru merenggang karena persaingan dominasi di tubuh tim, hingga akhirnya diputuskan untuk mengakhiri kerja sama pada musim balap kemarin.
   
Kondisi ini justru memberikan Honda sebuah kesempatan untuk menyuplai lebih dari satu tim untuk pertama kalinya sejak mereka kembali ke F1 pada tahun 2015 dengan menggandeng Mclaren.
   
Selain itu, Honda juga dianggap membuat perkembangan positif dengan tim junior dari Red Bull yaitu Toro Rosso di musim balap 2018. Honda pun sedang membangun fasilitas kedua di Milton Keynes Inggris, memberikan mereka kemampuan untuk menyuplai kebutuhan balap baik untuk Red Bull dan Toro Rosso tahun ini.
   
“Di segala bentuk bisnis komunikasi adalah elemen vital, terutama di olahraga ini,” ujar Horner yang optimistis pembangunan fasilitas Honda tersebut bisa mulai bekerja pada musim ini. Menurut dia, meski basis Honda adalah di Jepang namun fasilitas mereka di Inggris sangat menguntungkan dan akan melakukan banyak pembahasan terkait kerja sama yang akan dilakukan.
   
“Sejauh ini sangat positif dan saya rasa kami sudah menemukan lingkungan kerja yang sehat, yang tercipta melalui kerja sama teknologi Red Bull, Toro Rosso, dan Honda. Jadi tahun depan kita tidak sepenuhnya baru,” pungkas Horner.
   
Pada tahun lalu, Red Bull memenangi empat balapan, yaitu Max Verstappen dan Daniel Ricciardo dengan Renaultnya masing-masing memenangkan dua balapan, meskipun sempat mengalami masalah ketahanan mesin.
   
Tidak hanya tenaga baru yang akan didapatkan Red Bull di musim balap 2019, mereka juga akan memasukan pebalap baru seperti Pierre Gasly yang akan menjadi pasangan Verstappen.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Neguete tak sabar bermain di depan The Jakmania

Jakarta, (ANTARA News) – Pemain baru Persija Jakarta berkewarganegaraan Brazil Vinicius Lopes Laurindo, yang akrab disapa Neguete, mengaku tidak sabar untuk bermain di hadapan ribuan anggota kelompok suporter Persija, The Jakmania.

“Saya sangat antusisas karena ini petualangan baru. Selalu menyenangkan bisa bergabung dengan tim anyar. Persija tim hebat dengan suporter yang luar biasa,” ujar Neguete, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Jumat.

Bek tengah berusia 28 tahun itu pun menegaskan siap memberikan kemampuan terbaiknya bagi klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Dia menyatakan menyadari bahwa The Jakmania memiliki harapan besar padanya setelah pada musim 2018, Persija memiliki bek tengah tangguh yang juga berasal dari Brazil Jaimerson da Silva. Jaimerson sendiri sudah hengkang ke Madura United.

“Saya tahu Jaime bek bagus. Namun saya siap bekerja keras untuk membantu Persija meraih prestasi tertinggi,” tutur Negueta.

Neguete sendiri sudah berlatih dengan rekan-rekannya pada Jumat (18/1) pagi.  Menurut bek bertinggi badan 190 centimeter itu, pemain Persija menyambutnya dengan baik. Rasa nyamannya bertambah karena pemain Persija Bruno Matos, yang juga dari Brazil, adalah teman lamanya.

“Semua itu bagus itu untuk adaptasi saya. Bruno Matos akan membantu saya di Persija karena saya sangat mengenalnya,” tutur Neguete.

Persija Jakarta menjalani jadwal padat sepanjang tahun 2019. Selain berlaga di Liga 1, mereka juga harus bertanding di lanjutan Piala Indonesia 2018 dan kualifikasi Liga Champions Asia tahun 2019. ***3***

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019