Arab Saudi pastikan tempat di fase gugur setelah taklukkan Lebanon

Jakarta (ANTARA News) – Arab Saudi memastikan tempat di fase gugur Piala Asia 2019 setelah menaklukkan Lebanon dengan skor 2-0 dalam pertandingan Grup E yang berlangsung di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab pada Minggu dini hari WIB.

Kedua gol kemenangan pasukan Antonio Pizzi itu dibukukan oleh Fahad Al Muwallad (12′) dan Hussain Al Moqawhi (67′), demikian catatan pertandingan di laman resmi AFC.

Arab Saudi kini memuncaki klasemen grup dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan, sedangkan Lebanon berada di peringkat ketiga dengan nol poin.

Kesalahan barisan pertahanan Lebanon yang memberikan bola kepada Fawad dapat dimaksimalkan dengan sepakan kaki kanan, bola melayang melewati kiper Mehdi Khalil sebelum ia sempat bereaksi.

Arab Saudi menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-67, Hussain Al Mogahwi mengemas gol dari jarak dekat, ketika mereka mencatatkan dua kemenangan beruntun di Piala Asia untuk pertama kalinya sejak 1996 – tahun terakhir kali mereka menjadi juara.

Lebanon akan menyesali kegagalan mereka memanfaatkan peluang ketika baru tertinggal satu gol, Joan Oumari menyia-nyiakan peluang terbaik mereka ketika ia menanduk bola melambung dari tendangan sudut.

George Felix Melki juga gagal menyambar bola tendangan bebas, sehingga Arab Saudi dapat mengakhiri babak pertama dengan keunggulan tipis.

Lebanon meredam permainan Arab Saudi setelah turun minum berkat kiper mereka, di mana Khalil secara spektakuler mampu menggagalkan tembakan jarak jauh Hatan Bahbri sebelum memperlihatkan keberaniannya untuk keluar dari gawangnya dan mencegah upaya Fawad.

Bagaimanapun, Al Mogahwi mampu mengonversi bola operan Bahbri dari sisi kanan untuk memastikan raihan tiga poin.

Juara tiga kali itu menutup agenda mereka di fase grup dengan pertandingan melawan Qatar, yang akan bertemu Korea Utara pada Minggu, pada apa yang dapat menjadi pertarungan untuk mencari  juara grup.

Susunan pemain seturut laman resmi AFC:

Lebanon (3-4-1-2): Mehdi Khalil, Alexander Michel, Mootaz Jounaidi, Joan Oumari, Ali Hamam, Felix Michel, Haytham Faour (Rabih Ataya 73′), Kassem El Zein, Mohamad Haidar (Mohamed Zein Tahan 86′), Hassan Maatouk (Nader Matar 76′), Hilal El Helwe

Arab Saudi (4-1-4-1): Mohammed Al Owais, Mohammed Al Burayk, Mohammed Al Fatil, Ali Albulayhi, Hamdan Al Shamrani, Abdullah Otayf (Ibrahim Galeb 84′), Hattan Sultan Babhir, Abdulaziz Al Bishi (Abdulrahman Ghareeb 79′), Hussain Al Moqawhi, Salem Al Dawsari, Fahad Al Muwallad (Yahya Al Shehri 73′)

Oleh A Rauf Andar Adipati
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angga Dwi Wahyu Prahesta raih perunggu nomor points race

Jakarta,  (ANTARA News ) – Pebalap junior Indonesia Angga Dwi Wahyu Prahesta merebut medali perunggu nomor points race Asian Track Championship di Jakarta International Velodrome, Sabtu malam.

Di balapan sepanjang 15 km atau 60 putaran itu, Angga mampu mengumpulkan poin 10 untuk menempatkan dirinya di peringkat tiga.

Pebalap Thailand Thak Kaeonoi keluar sebagai juara dengan 34 poin, diikuti pebalap Malaysia Abdul Azim Aliyas di peringkat dua dengan 31 poin.

Sebelumnya pada Kamis, Angga membuat kejutan dengan menyabet medali emas nomor scratch junior.

“Bersyukur (dapat perunggu). Lebih berat point race karena di point race lapnya lebih banyak, terus mengambil poin jadi sprint terus,” kata Angga usai lomba.

Baca juga: Panduan menikmati balap sepeda track di Velodrome
Baca juga: M. Fadli diundang berlatih di markas federasi balap dunia

Point race adalah versi balapan Nascar-nya sepeda. Dengan format 15 km untuk junior, pebalap melakuan sprint untuk meraih poin di setiap 10 lap yang ditandai dengan bel.

Poin, berturut-turut lima, tiga, dua dan satu, akan diberikan kepada empat pebalap pertama yang menyelesaikan sprint terdepan.

Besaran poin akan digandakan di sprint terakhir di penghujung balapan.  Pebalap pun bisa meraih 20 poin tambahan jika melakukan “overlap” para pebalap lainnya.
Pebalap yang memiliki poin terbanyak keluar sebagai pemenang.

Angga, yang spesialisasinya di balapan “endurance” atau ketahanan itu akan kembali turun di hari terakhir ATC 2019 pada Minggu di nomor omnium.

Baca juga: Indonesia cetak sejarah emas junior track Asia 2019
Baca juga: Tim paracycling Indonesia boyong sembilan medali ATC 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Awang “Si Pocket Rocketman” menjadi sprinter tercepat Asia

Jakarta, (ANTARA News ) – Pebalap sepeda asal Malaysia Azizulhasni Awang menjadi sprinter tercepat di Asia setelah menjuarai nomor bergengsi sprint elit putra Asian Track Championship di Jakarta, Sabtu malam.

Pebalap berjuluk “The Pocket Rocketman” itu bersaing di final perebutan medali emas dengan pebalap China Chao Xu.

Di balapan pertama Xu keluar sebagai yang tercepat dengan waktu 10,307 detik, unggul 0,048 detik dari Awang.

Namun Awang mampu mengamankan balapan kedua dengan waktu 10,270 detik, Xu tertinggal 0,045 detik.

Dengan hasil imbang, balapan ketiga menjadi penentu. Awang yang menguntit di belakang Xu mampu melesat melewati garis finis terlebih dahulu di sprint 200m terakhir dan bahkan memperbaiki catatan waktunya menjadi 10,154 detik, unggul dengan margin sangat tipis 0,004 detik dari Xu, yang harus puas dengan medali perak.

Sementara itu medali perunggu nomor tersebut diraih oleh rekan satu negara Awang, Muhammad Shah Firdaus Sahrom.

Awang adalah pebalap spesialis balapan sprint.  Pada Asian Games 2018 dia meraih satu medali emas di nomor sprint, satu medali perak di nomor team sprint, dan satu medali perunggu di nomor keirin.

Pebalap kelahiran 5 Januari 1988 itu juga adalah peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 dari nomor keirin.

Baca juga: Tim paracycling Indonesia boyong sembilan medali ATC 2019
Baca juga: M. Fadli diundang berlatih di markas federasi balap dunia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Irak lolos ke 16 besar setelah taklukkan Yaman

Jakarta (ANTARA News) – Irak memastikan diri lolos ke 16 besar Piala Asia setelah menaklukkan Yaman dengan skor 3-0 dalam pertandingan Grup D yang dimainkan di Stadion Sharjah, Sharjah, Uni Emirat Arab pada Sabtu malam WIB.

Ketiga gol kemenangan Singa Mesopotamia tersebut dibukukan oleh Mohanad Ali, Bashar Resan, dan Alaa Abas, demikian catatan pertandingan di laman resmi AFC.

Berbekal hasil ini, Irak menduduki peringkat kedua klasemen grup dengan koleksi enam poin, kalah selisih gol dari pemuncak klasemen Iran, sedangkan Yaman menghuni posisi juru kunci dengan nol poin.

Gol pembukaan tercipta pada menit ke-11 ketika Ali membuka jalannya untuk membelah pertahanan Yaman, sang penyerang kemudian bergerak memotong untuk memindahkan bola ke kaki kanannya dan melepaskan sepakan penyelesaian yang lolos dari sela-sela kaki para pemain bertahan dan melewati kiper Saoud Al Sowadi.

Yaman hampir menyamakan kedudukan ketika Abdulwasea Al Matari melompat untuk menyundul bola tendangan bebas yang masih melambung di atas mistar gawang.

Namun, setelah kemasukan gol pertama yang fantastis, harapan mereka dihantam oleh gol kedua ketika sepakan jarak jauh Resan terdefleksi Mudir Abdurabu untuk mengecoh Al Sowadi dan masuk ke gawangnya.

Tiang gawang mencegah bola kembali bersarang di gawang Yaman pada babak kedua, ketika sepakan Ali mengenai tiang gawang kiri, namun hal itu tidak pernah terlihat akan dapat menginspirasi Yaman untuk bangkit.

Irak kemudian melengkapi kemenangannya dengan membukukan gol ketiga, ketika barisan pertahanan Yaman gagal mengantisipasi umpan silang dari kanan dan Abbas memaksimalkan peluang untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Susunan pemain seturut laman resmi AFC:

Yaman (4-1-4-1): Saoud Al Sowadi, Mohammed Ba Rowis, Mudir Abdurabu, Ammar Hamsan, Alaaddin Mahdi, Ahmed Ali Al Haifi (Ahmed Saeed 46′), Ahmed Al Sarori, Hussein Al Ghazi (Wahid Al Khyat 30′), Al’a Al Sasi (Ahmed Dhabaan 83′), Abdulwasea Al Matari, Emad Mansoor

Irak (4-5-1-): Jalal Hassan, Alaa Ali Mhawi, Ahmad Ibrahim Al-Qafaj, Rebin Sulaka, Ali Adnan, Ahmed Yasin, Humam Tariq (AmjadAttwan 55′), Safaa Hadi, Bashar Resan, Hussein Ali (Mohammed Dawood 88′), Mohanad Ali (Alaa Abbas 71′)

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penalti Salah bawa Liverpool kembali ke jalur kemenangan

Jakarta (ANTARA News) – Sebuah tendangan penalti yang dieksekusi penyerang Liverpool, Mohamed Salah, membawa timnya kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan tuan rumah Brighton & Hove Albion 1-0 dalam laga pekan ke-22 Liga Inggris di Stadion Amex, Brighton, Inggris, Sabtu.

Penalti tersebut diperoleh Liverpool setelah Salah dijatuhkan oleh Pascal Gross di dalam area terlarang setelah melakukan tusukan pada menit ke-49, demikian catatan pertandingan laman resmi Liga Inggris.

Menghadapi bola dari titik putih, Salah melepaskan tembakan keras ke kanan gawang yang meski tertebak oleh kiper David Button namun lajunya tak terhenti.

Selain gol tersebut, Liverpool yang tampil cukup dominan memiliki sejumlah peluang lain namun terbuang, termasuk ketika Salah menyambut umpan tarik James Milner di muka gawang dengan sebuah sontekan yang melenceng dari sasaran pada menit ke-88.

Sebaliknya, tuan rumah yang cukup kesulitan memasuki area kotak penalti Liverpool memperoleh peluang dari tembakan jarak jauh Juergen Locadia pada menit ke-68 yang masih bisa dihalau oleh kiper Alisson Becker.

Kemenangan di Amex membuat Liverpool memantapkan posisinya di puncak klasemen dengan raihan 57 poin, menambah jarak sementara menjadi tujuh poin dari Manchester City (50) yang baru berlaga pada Selasa (15/1) dini hari WIB.

Sedangkan Brighton (26) tertahan di urutan ke-13.

Baca juga: West Ham jegal Arsenal berkat gol semata wayang Declan Rice

Susunan pemain seturut laman resmi Liga Inggris:

Brighton & Hove Albion (4-5-1): David Button; Martin Montoya, Shane Duffy, Lewis Dunk, Thomas Bong; Solomon March (Anthony Knockaert), Pascal Gross (Beram Kayal), Dale Stephens, Davy Proepper, Juergen Locadia; Glenn Murray (Florin Andone
Pelatih: Chris Hughton

Liverpool (4-2-3-1): Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold, Fabinho, Virgil van Dijk, Andy Robertson; Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum; Xherdan Shaqiri (James Milner), Roberto Firmino, Sadio Mane (Naby Keita), Mohamed Salah (Divock Origi)
Pelatih: Juergen Klopp

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim paracycling Indonesia boyong sembilan medali ATC 2019

Jakarta,  (ANTARA News ) – Tim paracycling Indonesia mengaku cukup puas dengan penampilan mereka ketika turun di Asian Track Championship 2019 di Jakarta dengan memboyong total sembilan medali.

Pelatih NPC tim paracycling Indonesia Fadilah Umar ketika ditemui di Jakarta Intenational Velodrome, Jakarta, Sabtu mengakui walaupun dengan persiapan latihan selama tiga pekan sebelum kejuaraan berlangsung, anak-anak asuhannya menunjukkan sejumlah peningkatan.

Pasalnya setelah Asian Para Games 2018, NPC paracycling melakukan jeda latihan seiring dengan berakhirnya pelatnas.

“Saya kira dengan kondisi sekarang ini penampilan anak-anak sudah maksimal… dari beberapa anak ada yang meningkat, memperbaiki waktunya,” kata Umar.

M. Fadli Imammudin, misalnya mampu memperbaiki catatan waktu terbaiknya dengan selisih lima detik di angka 4 menit 58,185 detik ketika turun di nomor 4.000 meter pursuit individu putra C4-C5.

Fadli menyumbangkan satu medali emas dari nomor tersebut dan juga satu medali perak di nomor tim sprint campuran.

Baca juga: Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome
Baca juga: M. Fadli diundang berlatih di markas federasi balap dunia

Kemudian Sufyan Saori yang menyumbangkan dua medali perak juga memperbaiki catatan waktunya di nomor 1.000 m time trial dari 1 menit 17 detik ke 1 menit 13 detik.

Sementara Marthin Losu, yang menyumbangkan satu medali perak dari nomor 1.000 meter time trial putra C4-C5 belum mampu memperbaiki catatan waktu terbaiknya di kisaran 1 menit 11 detik yang dia ciptakan di Asian Para Games 2018.

“Evaluasi yang bisa kita ambil, kita jadikan ini sebagai barometer untuk anak-anak. Kuncinya apabila kamu ingin menjaga performa kamu, kamu harus latihan,” kata Umar.

Pasangan tandem Sri Sugiyanti dan Ni’mal Magfiroh menyumbang dua medali perak dan satu perunggu, sedangkan Tri Agus menyumbangkan satu medali perunggu.

Baca juga: Sri Sugiyanti/Ni’mal Magfiroh kembali sumbang medali perak ATC 2019

Nomor paracycling telah selesai dilombakan pada hari keempat ATC 2019. Kejuaraan balap sepeda tingkat Asia itu masih akan melombakan sejumlah nomor pertandingan pada hari terakhir kejuaraan, Minggu.

Saat ini, kata Umar, NPC paracycling Indonesia sedang menunggu instruksi dari Kemenpora untuk memulai pelatnas yang dijadwalkan akan berlangsung selama satu tahun sebagai persiapan ke ASEAN Paragames di Filipina pada Januari 2020.

Baca juga: Panduan menikmati balap sepeda track di Velodrome
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tandem Sri Sugiyanti/Ni’mal Magfiroh perlu tingkatkan sinkronisasi kayuhan

Jakarta,  (ANTARA News )- Pasangan atlet paracycling Sri Sugiyanti dan Ni’mal Magfiroh yang  harus puas dengan medali perak lagi di Asian Track Championship 2019 di Jakarta, Sabtu, mengaku masih harus banyak berlatih untuk menemukan ritme kayuhan yang pas ketika balapan.

Pasalnya, Sri yang mengendarai sepeda di belakang Ni’mal sebagai pilot, masih sering kesulitan mengimbangi kekuatan kayuhan pedal si pilot.

“Saya ingin latihan saja untuk memperbaiki semua, susah untuk menyingkronkan, menyesuaikan putaran itu susah, masih keberatan,” kata Sri usai menyelesaikan balapan nomor 1km Time Trial Paracyling B putri ACT 2019, Sabtu.

Sri dan Ni’mal dipasangkan pada April tahun lalu untuk Asian Para Games 2018.

Dengan waktu latihan kurang dari satu tahun, mereka sudah bisa menyumbangkan medali perak bagi Indonesia di pesta olahraga se-Asia itu.

Setelah APG 2018, NPC Paracyling melakukan jeda latihan, sehingga Sri dan Ni’mal, yang diturunkan pada Asian Track Championship 2019 ini hanya memiliki waktu tiga minggu latihan setelah libur dua bulan.

“Karena latihannya kurang, mungkin kalau kemarin liburan saya tetap lanjut latihan mungkin masih bisa, nggak terlalu berat untuk mengejar,” kata Sri.

Selain itu, sebagai atlet dengan keterbatasan visual, Sri mengaku masih harus belajar tentang gaya berdiri yang bagus ketika start selain meningkatkan ketrampilan mengayuhnya.

“Di awal latihan dulu saya lebih kuat, tapi seiring waktu kita latihan dia juga bisa ikuti saya, ” kata Ni’mal

Ni’mal mengatakan komunikasi menjadi salah satu faktor penting ketika balapan karena Sri merupakan atlet paracycling dengan tingkat kebutaan total, berbeda dengan atlet dengan gangguan pandangan (low vision) yang jarak pandangnya terbatas.

“Jadi saya harus tetap ikuti arahan pilotnya… kalau dia bilang nambah berarti puteran saya turun,” kata Sri.

Baca juga: Sri Sugiyanti/Ni’mal Magfiroh kembali sumbang medali perak ATC 2019

Fadilah Umar, sang pelatih pun mengakui masih banyak teknik yang perlu diajarkan untuk memantapkan kayuhan Sri.

“Kalau latihan terus saya yakin kami bisa mengejar waktu mereka (Malaysia), selisihnya satu detik,” kata Umar.

Sementara timnas paracycling Malaysia meneruskan latihan usai Asian Para Games 2018, NPC paracycling Indonesia justru rehat selama dua bulan terakhir ini.

“Ke depan itu jadi PR kita,” kata Umar.

Baca juga: Kenalkan “senjata” baru M. Fadli di trek velodrome

Selain faktor latihan, faktor sepeda juga memiliki pengaruh terhadap catatan waktu atlet.

Sri dan Ni’mal masih menggunakan sepeda balap dari material alumunium, sementara pasangan Malaysia sudah menggunakan sepeda yang terbuat dari serat karbon.

“Di balap sepeda itu jenis sepeda sangat berpengaruh juga, kita akui itu tapi yang faktor utama yang menentukan adalah atletnya,” kata Umar.

Saat ini, kata Umar, NPC paracycling Indonesia sedang menunggu instruksi dari Kemenpora untuk memulai pelatnas yang dijadwalkan akan berlangsung selama satu tahun sebagai persiapan ke ASEAN Paragames di Filipina pada Januari 2020.

Baca juga: M. Fadli diundang berlatih di markas federasi balap dunia
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Golden Award Siwo jadi bagian puncak HPN 2019

Jakarta, (ANTARA News ) – Pemberian penghargaan Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI Pusat 2019 bakal menjadi bagian puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/2).

“Perlu saya sampaikan dalam kesempatan ini, acara pemberian penghargaan Golden Award akan dilaksanakan bersamaan dengan malam dinner peserta HPN. Dengan demikian, bukan hanya sekadar acara jamuan namun jadi bergengsi karena dihadiri para pelaku olahraga terbaik Indonesia,” kata Penanggung jawab HPN 2019 Margiono dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI Pusat 2019 merupakan pemberian penghargaan untuk insan berprestasi, peduli dan pengabdi olahraga yang dari Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (Siwo PWI) Pusat. Untuk itu persiapan pelaksanaannya harus maksimal.

“Mulai dari atlet, pelatih, pembina, bupati, gubernur dan menteri yang terpilih akan hadir. Ini bisa menjadi ajang silaturahmi yang bagus antara masyarakat pers dan olahraga. Semoga ini akan makin mendorong prestasi dan kejayaan olahraga Indonesia setelah sukses di Asian Games dan Asian Para Games 2018,” kata mantan Ketua Umum PWI Pusat itu.

Persiapan Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI Pusat 2019 juga dipantau langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari. Pihaknya berharap panitia nasional terus melakukan koordinasi PWI Pusat dan panpel HPN 2019 dengan tujuan untuk mensukseskan kegiata tersebut.

“Saya minta disiapkan betul soal kehadiran para penerima penghargaan sehingga acara ini bergengsi karena sudah diangkat menjadi rangkaian puncak acara peringatan HPN,” kata Atal.

Atal juga meminta Siwo PWI Pusat berkoordinasi dengan Siwo dan PWI Jawa Timur dalam menyusun kepanitiaan. Apalagi puncak acara peringatan HPN 2019 di Surabaya, Jawa Timur, 9 Februari dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Ketua Siwo PWI Pusat AAGWA “Gungde” Ariwangsa, menyambut baik pelaksanaan Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI 2019 menjadi bagian dari peringatan HPN di Surabaya.

“Kami berterima kasih atas perhatian PWI Pusat membawa Golden Award Malam Anugerah Olahraga Siwo PWI 2019 sebagai puncak acara HPN nanti. Kami tak membayangkan bisa seperti ini, karena tradisinya kami selalu menggelar di Jakarta,” kata Ariwangsa.

Ariwangsa sangat mengharapkan peran serta dan dukungan dari seluruh pengurus Siwo PWI Cabang (Daerah) sehingga acara tersebut bisa berlangsung sukses. Diyakini acara ini akan menjadi istimewa.

Bukan hanya pelaksanaannya digelar bersama dengan HPN, tapi mengingat pada 2018 menjadi momen kebangkitan olahraga nasional melalui Asian Games di Jakarta-Palembang dan Asian Para Games di Jakarta.***3***

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejuaraan bola voli Proliga 2019

Kejuaraan bola voli Proliga 2019

Pebola voli putra Jakarta BNI 46 Osmel Camejo Durruthy (kanan) melakukan smes yang coba ditahan pebola voli Jakarta Garuda Amin Kurnia Sandi Akbar (kiri) dan Risky Ramadhan (tengah) pada pertandingan seri kedua putaran kedua voli Proliga 2019 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (12/1/2019). Tim voli putra Jakarta BNI 46 menang atas Jakarta Garuda dengan skor 3-0 (25-23, 25-20, 25-9). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.

Minim persiapan, Marthin Losu harus puas dengan medali perak

Jakarta (ANTARA News) – Atlet paracycling Indonesia Marthin Losu harus puas dengan medali perak di nomor 1 km time trial C4-C5 putra di ajang Asian Track Championship 2019 di Jakarta, Sabtu.

Marthin mencatatkan waktu 1 menit 12,089 detik untuk mengamankan medali perak bagi Indonesia, sementara medali emas diraih oleh pebalap Malaysia Zuhairie Ahmad Tarmizi dengan catatan waktu 1 menit 9,498 detik.

Sementara itu, medali perunggu diraih oleh rekan Marthin di pelatnas paracycling, Sufyan Saori yang mencatatkan waktu 1 menit 13,424 detik.

“Sebelum turun di sini persiapan saya mepet hanya satu minggu, jadi saya bersyukur dengan hasil yang saya capai hari ini. Semoga ke depannya bisa lebih baik,” kata Marthin usai perlombaan.

Setelah turun di Asian Para Games 2018, Marthin dan tim paracycling Indonesia melakukan jeda latihan sehingga di ajang ATC 2019 ini penampilan mereka belum maksimal.

Sementara itu, Sufyan cukup puas dengan hasil di peringkat tiga di tengah kondisi yang belum fit pasca operasi setelah jatuh dari sepeda di APG 2018 lalu.

“Mungkin kondisi saya belum terlalu fit tapi alhamdulillah bisa menampilkan yang terbaik,” kata Sufyan.

Berbeda dengan Marthin, Sufyan melakukan persiapan kurang lebih tiga minggu sebelum turun di kejuaraan tersebut.

Perlombaan kali ini juga merupakan kali pertama bagi Sufyan untuk turun di nomor balapan 1 km karena sebelumnya dia terbiasa latihan untuk nomor 4.000 meter.

Pelatih NPC tim paracyling Indonesia Fadilah Umar mengungkapkan bahwa dengan persiapan yang kurang dari satu bulan, hasil di ATC 2019 menjadi barometer baru bagi mereka.

Dari awal latihan, Umar hanya memasang target agar para atlet mampu memperbaiki catatan terbaik mereka di APG ketika turun di ATC.

Di nomor 1 km time trial, Sufyan mampu memperbaiki catatan terbaiknya dari 1 menit 17 detik ke 1 menit 13 detik. Sementara Marthin belum mampu memecahkan waktu terbaiknya di 1 menit 11 detik.

“Kita jadikan barometer untuk anak-anak. Kuncinya agar bisa menjaga performa, kamu harus latihan, kalau tidak latihan ya seperti ini. Itu lah yang kita tanamkan kepada mereka,” kata Umar.
Baca juga: Sri Sugiyanti/Ni’mal Magfiroh kembali sumbang medali perak ATC 2019
Baca juga: M. Fadli raih medali emas individual pursuit putra ATC

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sri Sugiyanti/Ni’mal Magfiroh kembali sumbang medali perak ATC 2019

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan Sri Sugiyanti/Ni’mal Magfiroh kembali menyumbangkan medali perak bagi Indonesia dan kali ini dari nomor 1 km Time Trial Paracycling B putri di Asian Track Championship (ATC) 2019, Jakarta, Sabtu.

Sri dan Ni’mal menjadi yang tercepat kedua di babak final dengan waktu 1 menit 17,718 detik untuk mengamankan medali perak.

Catatan waktu mereka selisih sekitar satu detik dengan pasangan asal Malaysia Nurul Suhada Zainal/ Nur Azilia Syafinas Mohd Zais yang menjuarai nomor tersebut dengan waktu 1 menit 16, 178 detik.

Sementara itu, medali perunggu di raih pasangan tandem Malaysia lainnya, Nur Syahida Tajudin/ Noraidillina Adilla J.Sam (1:20,052).

“Alhamdulillah masih bisa pertahankan waktu seperti di Asian Para Games kemarin,” kata Sri usai perlombaan.

Pasangan tandem yang baru berlatih bersama April tahun lalu itu mengakui kendala di kejuaraan ini adalah mereka masih berusaha menemukan ritme yang pas ketika balapan.

Sri yang mengedarai sepeda di belakang Ni’mal, sebagai pilot, sering keteteran ketika mengayuh sepeda mengimbangi kayuhan sang pilot.

“Saya ingin latihan aja untuk memperbaiki semua. Susah untuk menyingkronkan, untuk menyesuaikan putaran itu susah, masih keberantan,” aku Sri.

Sebelumnya pada Jumat (11/1), Ni’mal dan Sri juga merebut medali perak dari nomor 3.000 meter pursuit individu B putri di ATC 2019 yang digelar di Jakarta International Velodrome itu.
Baca juga: Indonesia tambah medali perak paracylcing di ATC 2019

Kemudian pada Kamis (10/1), mereka meraih medali perunggu nomor tandem sprint putri B.

Pelatih NPC Paracycling Indonesia Fadilah Umar melihat anak asuhannya tampak lebih percaya diri ketika di APG dibandingkan di kejuaraan tingkat Asia tahun ini karena latihan sempat terhenti dua bulan paska APG.

Setelah masa libur, Sri dan Ni’mal berlatih selama hanya tiga minggu sebelum turun di ATC 2019.

“Karena setelah kemarin jeda itu jadi kita hanya pulihkan kondisi di awal saja, walaupun bisa mereka merasa sedikit dipaksakan,” kata Umar.
Baca juga: M. Fadli raih medali emas individual pursuit putra ATC

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leonard pimpin Raptors kalahkan Nets

Jakarta (ANTARA News) – Kawhi Leonard mencetak 20 poin dan mencatatkan 11 rebound, ketika Toronto Raptors menaklukkan tamunya Brooklyn Nets dalam pertandingan NBA yang dimainkan di Scotiabank Arena, Toronto, Kanada pada Sabtu pagi WIB.

Leonard mencetak setidaknya 20 poin dalam 18 pertandingan secara berturut-turut untuk Raptors, yang kini mencatatkan tujuh kemenangan beruntun di kandang sendiri, demikian catatan pertandingan di laman resmi NBA.

Sembari memperpanjang rentetan kemenangan mereka menjadi empat laga berturut-turut, Raptors juga membalas dendam atas kekalahan 105-106 dari Nets di Brooklyn pada 7 Desember.

Pascal Siakam menambahi 16 poin untuk Raptors, Serge Ibaka mencetak 14 poin dan sembilan rebound, Norman Powell dan OG Anunoby masing-masing mengemas 13 poin sebagai pemain pengganti, Delon Wright menambahi 12 poin, Greg Monroe mencetak sepuluh poin dan delapan rebound, dan Fred VanVleet mengukir sepuluh poin.

D’Angelo Russell mencetak 24 poin, dengan enam rebound, dan sembilan assist untuk Brooklyn, Shabazz Napier menambahi 15 poin, dan Jarrett Allen mencatatkan sembilan poin dan 12 rebound.

Raptors memimpin sebanyak 24 poin setelah tiga kuarter dan sebanyak 26 poin pada awal kuarter keempat. Nets memangkas keunggulan itu menjadi 12 poin dengan waktu tersisa 4:56 melalui layup Napier untuk menutup laju 14-0.

Nets memimpin 35-28 setelah kuarter pertama, yang disokong oleh 12 poin, enam rebound, dan lima assist dari Russell.

Namun Raptors mampu unggul 12 poin berkat lemparan tiga poin VanVleet saat babak pertama menyisakan 34 detik, sebelum Allen melengkapi torehan angkanya di babak pertama dengan memasukkan satu dari dua lemparan bebas dan Toronto unggul 65-43 pada pergantian babak.

Layup yang dilakukan Siakam membawa Raptors memimpin 16 poin dengan waktu tersisa 8:55 pada kuarter ketiga.

Russell melakukan jumper beruntun untuk memangkas keunggulan menjadi 12 poin dengan waktu tersisa 4:41 pada kuarter ketiga, namun ketika Siakam memasukkan satu dari dua lemparan bebas dengan tiga menit tersisa di kuarter itu, keunggulan Toronto bertambah menjadi 17 poin.

Namun delapan poin beruntun, di mana salah satu poin terbaik didapat dari layup Powell setelah block Monroe, membuat Raptors memimpin 23 poin dengan waktu menyisakan 1:05 pada kuarter ketiga.

“Tip in” yang dilakukan Wright saat buzzer berbunyi membawa Raptors memimpin 99-75 pada kuarter ketiga, di mana mereka mengungguli Nets 35-22.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Maurizio Sarri yakin Chelsea bisa kalahkan timnas Inggris

Jakarta (ANTARA News) – Pelatih Chelsea Maurizio Sarri sesumbar bahwa timnya bisa mengalahkan tim nasional Inggris asuhan Gareth Southgate, meski pelatih asal Italia itu belum bisa membentuk skuat the Blues sesuai dengan cara bermain yang ia inginkan.

Sarri, yang baru saja berulang tahun ke-60 pada Jumat, mengaku bahwa ia tidak tertarik dengan sepak bola internasional, termasuk Piala Dunia tahun lalu sambil menyebut seluruh klub top dapat mengalahkan tim nasional.

Namun, ia bersikeras bahwa timnya masih dalam proses pembentukan karena dirinya baru bergabung pada tengah Juli tahun lalu dan kurangnya latihan berkualitas serta padatnya jadwal pertandingan Chelsea.

“Level kami tidak kalah dengan tim nasional Inggris,” kata Sarri yang dilansir The Independent pada Jumat waktu setempat (11/01).

“Kita bisa imbang, kita bisa kalah, kita bisa menang. Mungkin saya memiliki lebih banyak waktu dibandingkan tim nasional tetapi tidak cukup untuk membentuk tim seperti yang saya inginkan.”

Sarri mengaku tidak senang menyaksikan pertandingan di Piala Dunia. Menurutnya, tidak ada yang bisa dipelajari dari sana.

“Tidak ada yang perlu dipelajari. Ini posisi yang biasa, karena setiap pelatih punya pemikiran yang sama dengan saya.”

“Mustahil mempersiapkan sebuah tim dengan baik dalam 30 hari. Setiap tim di Piala Dunia akan kalah melawan klub-klub top di setiap pertandingan.”

“Tim nasional tidak punya cukup waktu sehingga sangat sulit melihat tim yang terorganisir di Euro atau Piala Dunia. Itu hanya masalah waktu,” lanjutnya.

Baca juga: Sarri dan Pochettino sama-sama tidak puas dengan VAR

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019