IBL evaluasi lapangan usai Wayne Bradford cedera parah

Jakarta, (ANTARA News) – Pihak Liga Bola Basket Indonesia (IBL) mengevaluasi lapangan pertandingan yang dipakai di musim 2018-2019 usai “guard” klub Pelita Jaya Basketball, Wayne Lyndon Bradford mengalami cedera parah di seri keempat, Solo.

Bradford terjatuh usai berupaya melakukan ‘lay up’ saat timnya menghadapi Bima Perkasa Jogja di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (12/1). Ada dugaan pendaratannya kurang mulus karena lantai lapangan yang licin.

“Lantainya memang licin. Namun saya rasa bukan itu faktor penyebab cederanya. Walau begitu kami tetap akan melakukan evaluasi,” ujar Direktur IBL Hasan Gozali di Jakarta, Rabu (30/1).

Meski menolak anggapan bahwa lapangan licin membuat Wayne Bradford cedera, pihak IBL tetap berjaga-jaga kemungkinan terburuk.

Hasan menyebut, semua lapangan yang akan digunakan di sisa kompetisi IBL 2018-2019 akan diberikan cairan khusus untuk mengeringkan lapangan dengan cepat.

Oleh karena itu, dia meminta seluruh pemain IBL tetap tenang, tidak trauma dan tetap menampilkan performa terbaik.

“Kami pastikan sudah mengambil tindakan semaksimal mungkin untuk menjaga kelayakan lapangan,” tutur Hasan.

Tentang lapangan di Sritex Arena, pelatih Pelita Jaya Fictor Roring mengaku sudah memberikan masukan kepada pihak IBL bahwa kondisinya licin.

“Setiap kali konferensi pers setelah pertandingan di Solo, saya selalu berbicara tentang itu. Akan tetapi, kami bukan pihak yang kompeten mengambil keputusan soal lapangan. Yang pasti kami sudah membicarakan itu dengan penyelenggara,” tutur Ito, sapaan Fictor.

Sementara, selain lapangan, Hasan juga menanggapi soal pertolongan pertama yang diberikan kepada Wayne Bradford ketika dia cedera.

Menurut dia, semua upaya pengobatan yang dilakukan kepada pebola basket berusia 26 tahun itu sudah sesuai prosedur.

“Prosedur sudah dilaksanakan, tetapi saya tidak bisa menilai dari sisi tindakan medis apakah ada yang luput atau tidak,” kata Hasan.

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019