Filipina harapkan “Eriksson Effect” di Piala Asia

Jakarta (ANTARA News) – Tim sepak bola nasional Filipina yang kini ditangani oleh Sven Goran Eriksson mengharapkan adanya “efek” dari pelatih penuh pengalaman asal Swedia itu dalam menghadapi Piala Asia 2016 di Uni Emirat Arab yang dimulai 5 Januari mendatang.

“Kami lolos ke putaran final Piala Asia untuk pertama kalinya, kami baru saja mencapai semifinal Piala AFF, dan menurut saya dengan kemajuan yang dicapai, memang cocok dengan adanya seseorang dengan reputasi seperti Sven dalam tim,” kata kapten tim Filipina Phil Younghusband, seperti dikutip Reuters.

“Kini orang-orang membicarakan kemajuan sepak bola Filipina, khususnya karena kami bekerja sama dengan orang memiliki reputasi tinggi. Itu yang membuat Filipina masuk peta persepakbolaan dunia,” katanya.

Eriksson yang dikontrak pada Oktober lalu, telah membawa Filipina lolos ke semifinal Piala AFF Desember lalu.

Pelatih yang pernah menangani tim nasional Inggris dan sejumlah klub top Eropa itu memiliki tugas untuk mendampingi tim Filipina di Piala Asia, dimana pada babak grup mereka sudah harus bersaing dengan Korea Selatan, China dan Kyrgyzstan.

Dalam tim Filipina di antaranya terdapat pemain-pemain kelahiran Inggris seperti dua bersaudari Phil dan James Younghusband, serta kiper Neil Etheridge yang kini memperkuat klub Liga Inggris Cardiff City.

Bermain di Piala Asia menjadi kesempatan bagi tim berjuluk Azkals itu untuk melangkah lebih maju khususnya untuk lebih mempopulerkan sepak bola di Filipina sendiri, yang sebagian besar warganya lebih menyukai bola basket.

Younghusband juga berharap Eriksson juga berperan untuk memperbaiki manajemen persepakbolaan di Filipina.

Eriksson, menurut Younghusband, tentunya memiliki standar kualitas tertentu yang ingin dicapainya di Filipina, sesuai dengan nama besarnya sebagai pelatih internasional.

Sementara itu Eriksson, seperti dikutip laman resmi AFC, mengatakan bahwa meskipun Piala Asia 2019 nanti adalah pengalaman pertama bagi Filipina, namun ia tetap menargetkan timnya bisa melangkah lebih jauh.

“Tentunya ini tidak mudah. tapi jika kita dapat melewatinya itu bagus,” kata pelatih berusia 70 tahun itu.

Di fase grup ia melihat Korea Selatan tetap favorit. Namun Eriksson melihat ada peluang untuk bisa mengalahkan China, apalagi ia sudah mengetahui sejumlah pemain China karena pelatih melatih di sejumlah klub negeri tirai bambu itu.

Sedangkan mengenai Kyrgyzstan, ia tidak terlalu mengenal kekuatan tim Asia Tengah tersebut.
 

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018