Coetzee, Harding dan Lorenzo-Vera berbagi posisi pimpinan di Qatar

Jakarta (ANTARA) – George Coetzee, Justin Harding dan Mike Lorenzo-Vera berbagi posisi pimpinan sementara setelah putaran kedua dengan sama-sama mencatat 68 pukulan di Commercial Bank Qatar Masters, Jumat.

Dua dari pegolf tersebut Coetzee dan Harding merupakan pemain berasal dari Afrika Selatan dan mereka sedang mengincar untuk bisa memperpanjang keberuntungan, namun kedua pegolf itu bakal mendapat batu sandungan dari pesaing Lorenzo-Vera yang juga mengincar kemenangan pertama dia di Prancis. Demikian dikutip dari situs europeantour.

Pegolf Italia berusia 34 tahun itu membawa mental baru menuju Doha Golf Club ketika dia mengincar gelar ajang European Tour pertama dia dalam 178 ajang yang pernah dia ikuti dan dia mengemas skor delapan di bawah par setelah dia bermain di putaran kedua itu.

Sementara itu pegolf Afrika Selatan lainnya Erik van Rooyen, pegolf Spanyol Adri Arnaus, pegolf Jepang Masahiro Kawamura dan Oliver Wilson dari Inggris berada di posisi berikutnya dengan mengemas tujuh pukulan di bawah par, dan terpaut satu pukulan dari posisi pimpinan.

Pegolf Australia Deyen Lawson mencetak hole-in-one kedua dia musim ini di permainan lubang ke-17 dan mencatat 68 pukulan dan menempatkan dia satu grup bersama delapan pegolf dengan catatan total pukulan enam di bawah par selama dua putaran permainan.

Lorenzo-Vera dalam pertandingan itu dikawal pelatih baru dia Justin Parsons dan seorang psikolog olahraga.

“Ini lain dengan yang kemaren, saya cukup kelelahan di pertengahan permainan putaran kedua ini, tapi saya senang bisa mengatasi itu dan bangkit kembali,” katanya.

Sementara Coetzee yang tampil untuk ketujuh kalinya berturutan di ajang ini, pernah menduduki posisi kedua pada ajang tahun 2013 dan kemudian menorehkan prestasi masuk sepuluh besar, termasuk tahun lalu, mengatakan senang dengan permainannya hari ini.

“saya senang bisa bermain lebih baik, saya sedikit memutar otak dan mulai fokus dengan apa yang terjadi pada moment dimana saya ingin berada di sebuah tahun,” kata Coetzee.

“Saya kemaren ikut selama tujuh tahun dan saya masih belum bisa menang, dan saya tidak tahu rahasianya tapi saya akan menunggu hingga selesai akhir pekan,” tambahnya.

Pewarta: Aris Budiman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019